<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nurfalah's Blog</title>
	<atom:link href="http://nurfalah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurfalah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Nov 2008 15:26:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nurfalah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nurfalah's Blog</title>
		<link>http://nurfalah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nurfalah.wordpress.com/osd.xml" title="Nurfalah&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nurfalah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Renungan Bagi Aktivis Dakwah</title>
		<link>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/11/renungan-bagi-aktivis-dakwah/</link>
		<comments>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/11/renungan-bagi-aktivis-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 14:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivis dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfalah.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Achmad Nurul Falah Disadur dari berbagai sumber “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka segala jenis kekuatan yang bisa engkau siapkan dan kekuatan berupa armada perang berupa kuda-kuda tambatan/pilihan yang merupakan simbolisasi armada perang, umtuk menggetarkan musush-musuh Allah dan musuh-musuh-mu dan orang-orang yang kamuu tidak mengetahui mereka tetapi Allah mengetahui mereka”. Al-Anfaal : 160 Ikhwan Rohimakumullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=31&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Oleh: Achmad Nurul Falah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Disadur dari berbagai sumber</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><a href="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/1_889003950l.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-34" title="1_889003950l" src="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/1_889003950l.jpg?w=300&#038;h=225" alt="1_889003950l" width="300" height="225" /></a>“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka segala jenis kekuatan yang bisa engkau siapkan dan kekuatan berupa armada perang berupa kuda-kuda tambatan/pilihan yang merupakan simbolisasi armada perang, umtuk menggetarkan musush-musuh Allah dan musuh-musuh-mu dan orang-orang yang<span> </span>kamuu tidak mengetahui mereka tetapi Allah mengetahui mereka”</span></em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">. Al-Anfaal : 160</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ikhwan Rohimakumullah</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Alhamdulillah</span></em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> marilah pertama sekali kita satukan hati kita dalam syukur kepada Allah SWT, atas segala nikmat yang diberikannya kepada kita, terlebih tentunya nikmat iman dan Islam yang telah menyebabkan hidup kita bermakna, dan nikmat sehat <em>wal afiat</em> yang telah menyebabkan hidup kita menjadi lancar. Dan keistiqomahan kita dalam ukhuwah memperjuangkan dinul Islam ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dunia kampus merupakan ladang subur semaian idiologi Islam versus sekuler, antara yang hak dan yang batil akan terus bertarung sampai akhir zaman. Pertentangan kedua idiologi ini bahkan akan terus terbawa hingga ke basis di atasnya, yaitu alumni. Menjadi suatu keharusan bagi aktivis da’wah untuk selalu menancapkan idiologi islam sedalam-dalamnya di dunia kampus. Tujuannya adalah, lii ila fii kalimatillah, meninggikan kalimat Allah dimuka bumi ini. Siyasah Da’wah menegaskan prinsip, bahwa kader adalah aset utama gerakan. Kekuatan da’wah bertumpu pada daya soliditas, responsivitas, dan produktivitas para kadernya dalam melakukan manuver da’wah. Dibutuhkannya kader yang memiliki militansi, adanya ukhuwah antara sesama kader da’wah dan kesemangatan dalam perjuangan menegakkan dakwah.<span id="more-31"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dengan adanya kader yang memiliki daya soliditas, responsivitas, dan produktivitas dalam da’wah Allah akan menurunkan pertolongannya dengan memenangkan para jundinya. Ingatlah janji Allah dalam Al Qu’an surat Annur ayat 55, Allah Swt berfirman </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa,<span> </span>dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia Ridhai. &#8230; “ </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Kemenangan kepada orang-orang beriman sudah jelas dijanjikan Allah. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita sudah beriman? Ataukah apakah keimanan kita sudah benar? Sehingga sebagai aktivis dakwah pantas untuk diberi amanah untuk memimpin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ikhwahfillah yang dirahmati Allah, bekal keimanan adalah kunci utama untuk mendapatkan pertolongan dari Allah SWT berupa kemenangan-kemenangan yang dijanjikan. Disamping juga persiapan-persiapan lain, berupa pengorbanan, persiapan maali, persiapan senjata, dan kokohnya barisan dalam perjuangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Keimanan yang benar adalah sebuah proses, yang sejatinya harus selalu ada pada diri seorang aktivis. Karena kita tidak tahu kapan kita akan menemuai kematian. Keimanan inilah yang harus dijaga setiap saat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Bekal perjuangan seorang aktivis dakwah, yang menjadi ciri khas dari dalam perjuangan dakwah ini adalah:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Keshalihan yang Istiqomah</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Garis perjuangan dakwah tidak hanya bisa mengandalkan pada jumlah kader yang ada dan kekuatan, namun yang lebih penting dan sebagai faktor yang mendasar adalah ukuran keshalihan pada para jundinya. Akhlak imani berupa amalan yaumiyah sebagai pondasi untuk memperkuat keimanan kita, sehingga pertolongan Allah berupa kemenangan akan lebih dekat. Keistiqomahan dalam menjalankan aktivitas yang wajib sebagai dasar jangan sampai ditinggalkan, keistiqomahan dalam melaksanakan sunah-sunah sebagai ibadah tambahan, seperti shoum sunnah, sholat sunnah, Qiyamul lail dsb, keistiqomahan dalam tilawah dan al ma’tsurat sebagai dzikir harian, istighfar dan taubat yang terus-menerus, maka langkah untuk menuju kemenangan semakin dekat dalam perspektif Islam. </span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Modal utama yang harus dimiliki oleh aktivis harakah adalah <em>quwwatus shilah billah</em> (kekuatan hubungan dengan Allah). Tanpa modal itu, maka percuma menjadi kader dakwah dan tidak akan berhasil menjadi kader dakwah. Karena perjalanan dakwah adalah perjalanan yang sulit, berliku, banyak rintangan dan panjang. Dan itu tidak akan dapat dilampui, kecuali aktivis dakwah yang memiliki <em>quwwatus shilah billah</em>. Pelajaran inilah yang kita dapatkan dari turunnya surat Al-Muzammil yang mengiringi tugas berat Rasul saw. mendakwahi kaumnya. Surat Al-Muzzamil mengajarkan kepada para da’i pentingnya membangun <em>quwwatus shilah billah</em> dengan sholat malam dan tilawatul Qur’an.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Modal untuk tetap istiqomah dalam keshalihan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar. Umar bin Khaththab menasehati kepada para pasukkannya agar bertaubat sebelum bertempur. Abu Darda’ <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata, “<em>Wahai kaum Muslimin, kerjakanlah amal shaleh sebelum berperang, karena kalian berperang dengan (bersenjatakan) amal-amal kalian.”</em> Fudhail bin ‘Iyadh berkata kepada para mujahid saat hendak berangkat perang, <em>“Kaliaan harus bertaubat, karena taubat mampu menolak dari kalian sesuatu yang tidak bisa ditolak dengan pedang.” </em></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ikhwahfillah yang dirahmati Allah</span></em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">, kita berjuang melawan kebatilan dan pemerintahan yang dzalim dengan amal kita sebelum kita memerangi mereka dengan keahlian, kesaksian, keistimewaan kita, dan senjata kita. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Refleksi kebaikan diri</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;font-style:normal;" lang="SV">Allah SWT berfirman dalam QS. Ash Shaff: 2-3</span></em><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">, ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?</span></em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"> <em><span style="font-family:&quot;">Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.</span></em> ”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Allah SWT </span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">menegur keras orang beriman dan aktivis dakwah yang mengatakan apa yang tidak diperbuat, bahkan Allah SWT. sangat membencinya. Karena aktivitas yang dominan dilakukan para da’i adalah dakwah yang banyak menggunakan</span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"> ucapan</span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">. Sehingga ucapan itu harus diselaraskan dengan perbuatan. Karena ucapan yang tidak sesuai dengan perbuatan dan kenyataan adalah dusta yang merupakan sifat munafik. Sehingga kejujuran adalah modal utama berikutnya bagi para da’i.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dan kejujuran harus dilakukan para da’i dalam dakwahnya. Jujur dalam menyampaikan risalah Islam, jujur dalam bersikap dan jujur dalam berkata-kata. Salah satu ajaran Islam yang terpenting adalah jihad dan berperang melawan musuh Allah. Tetapi kita menyaksikan banyak para penceramah yang sudah dikenal oleh orang banyak dengan sebutan ustadz atau kyai dan sebutan lainnya tidak jujur dalam menyampaikan Islam. Mereka tidak berani menyampaikan jihad, dan kalaupun menyampaikan kata jihad, maka dibatasinya dalam ruang lingkup yang sempit, yaitu jihad melawan hawa nafsu. Atau semua bentuk jihad disebutkan, kecuali jihad dalam memerangi musuh Allah, baik musuh Allah itu Yahudi, Kristen maupun orang kafir lainnya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Seorang aktivis dakwah hendaknya selalu mengintrospeksi apa yang sudah, sedang, dan akan diperbuatnya. Karena seorang aktivis dakwah bisa mengarahkan orang lain apabila dia telah berhasil mengarahkan dirinya. Seorang aktivis dakwah tidak bisa mempengaruhi oarang lain selama ia belum terpengaruh dan terwarnai oleh apa yang diserukannya itu. Sesungguhnya orang-orang disekitar kita (adik-adik kos, teman-teman satu kelas dsb) akan membangun sendiri pemikiran dan kepribadiannya, menentukan berbagai bentuk perilaku dengan mengikuti kita, dan akan segera memahami dakwah kita apabila kita terlebih dahulu telah memahaminya. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Memegang teguh sifat Wara’</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Inilah modal selanjutnya yang harus dimiliki aktivis dakwah, sebab apabila seaorang da’I memegah teguh sifat wara’, maka sifat wara’nya ini memiliki pantulan yang gelombangnya akan menciptakan penggerak bagi manusia. Hal itu dijelaskan oleh seorang zahid yang bernama Yahya bin Mu’adz, <em>“sebesar apa kesibukanmu dengan Allah, sebesar itu pula kesibukan makhluk dengan dirimu.”</em> Taufiq dan hidayah Allah Ta’ala kapada Mad’u kita di dalam aktivitas rekrutmen dan tarbiyyah sejalan dengan perhatian kita terhadap-Nya. Krisis ketidak pedulian manusia terhadap kita tidak lain merupakan akibat dari krisis kurangnya perhatian kita terhadap apa yang diwajibkan Allah. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Berjuang di Jalan Allah dalam Satu Barisan yang Kuat <em>(Al-Qitaal fii Sabilillah Shaffan)</em></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;font-style:normal;" lang="SV">Allah SWt </span></em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">berfirman</span><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;font-style:normal;" lang="SV"> dalam QS. Ash Shaff: 4, ”</span></em><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”</span></em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kehidupan di dunia </span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">sejatinya</span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"> merupakan peperangan antara kebenaran dan kebatilan. Perang antara para pengikut kebenaran dan pengikut kebatilan semenjak mulai nabi Adam as versus Iblis la’natullah. Inilah logika dan aqidah yang </span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">harus</span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"> melandasi para da’i dalam berdakwah. Dan puncak peperangan adalah perang fisik dan perang peradaban. Peradaban Materialisme dan Peradaban Islam akan terus menerus bersaing dan berperang untuk meraih kemenangan. Peradaban Materialisme di komandani oleh penguasa kafir dan diktator dari dahulu sampai akhir zaman. Mereka adalah Namrud, Firaun, Qorun, Abu Jahal, Abu Lahab, Lenin, Stalin, Hitler, Goerge Bush dan anaknya Goerge Walker Bush, Ariel Saron dll. Sedangkan peradaban Islam dipimpin oleh para nabi as sampai nabi terakhir nabi Muhammad saw. Khulafaur Rasyidin, dan para ulama yang tegak membawa panji kebenaran.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Perang fisik memang jalan terakhir jika orang-orang kafir tidak mempan dengan logika dan fikiran. Karena Islam, sesuai dengan namanya adalah agama cinta damai dan mengutamakan perdamaian. Perang fisik bukanlah tujuan, tetapi sarana agar orang hanya tunduk </span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">kepada kebenaran dan agar tidak ada lagi fitnah yang disebarkan musuh-musuh Allah. Islam menghendaki tidak ada kerusakan dan kezhaliman di muka bumi. Dan para da’i bertugas untuk mengajak manusia agar mereka tunduk kepada kebenaran, tidak melakukan kezhaliman dan kerusakan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Pada saat jalan lain buntu, tujuan perdamaian tidak tercapai dan manusia tidak merasa aman, maka perang fisik adalah sarana yang paling ampuh untuk menegakkan keamanan dan perdamaian tersebut. Allah SWT. berfirman, artinya:” Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan</span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"> (Nya)” (QS An-Nisaa’ 84).</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Berdagang dengan Allah <em>(At-Tijarah Ma’allah Ta’ala)</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Allah SWT berfirman dalam QS Ash Shaff : 10-13, “</span><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?</span></em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"> <em><span style="font-family:&quot;">(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. </span></em></span><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,</span></em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> <em><span style="font-family:&quot;">niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn. Itulah keberuntungan yang besar.</span></em> <em><span style="font-family:&quot;">Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.”</span></em> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Suatu bisnis yang tidak pernah ada kerugiannya telah ditawarkan Allah SWT, suatu bisnis yang menguntungkan dunia dan akhirat. </span><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Karena musuh-musuh Allah hanya dapat dihadapi dan dikalahkan oleh orang-orang yang siap berbisnis dengan Allah. Namun demikian, bisnis ini syaratnya berat, sehingga tidak semua orang beriman mengikutinya. Bisnis ini syaratnya adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Hanya orang yang tahu (berilmu) agama yang mendalamlah yang dapat mengikuti bisnis ini. Ilmu yang membuat orang beriman semakin khusu’ dan lebih mengutamakan kehidupan yang mulia dan kehidupan yang kekal di akhirat.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Bisnis ini sangat besar imbalannya, yaitu ampunan dari Allah atas dosa-dosa yang dilakukan, surga Allah yang penuh dengan kenikmatan berupa air yang mengalir, dan rumah-rumah yang indah. Dan tambahan yang lain berupa pertolongan Allah dalam kehidupan dunia dan kemenangan yang dekat atas musuh-musuhnya. Jihad memang satu-satunya jalan menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kabar gembira ini diperuntukkan bagi orang-orang beriman, yaitu orang yang tidak tertipu dengan segala fasilitas dunia. Orang beriman tidak mudah tunduk patuh dan loyal kepada orang-orang kafir dan fasik. Orang beriman menjadikan aktivitas politiknya untuk kemenangan Islam dan umatnya, bukan untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Orang beriman adalah orang yang yakin akan hari akhirat dan perjumpaan dengan Allah sehingga berupaya zuhud dari kehidupan dunia dan tidak membuat istana di dunia. Allah SWT. berfirman, artinya: “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Qashash 83)</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Jadilah Penolong Allah <em>(Kunuu Anshrallah)</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Allah SWT berfirman dalam QS Ash Shaff : 14, “</span><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.”</span></em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan puncak dari tawaran Allah adalah tawaran untuk menjadi penolong Allah (Anshorullah). Maukah kita menjadi tentara Allah ? Maukah kita menjadi penolong Allah ? Padahal sejatinya Allah tidak membutuhkan pertolongan kita. Tetapi inilah bahasa yang sangat indah, bujukan yang sangat halus, ajakan yang tidak ada yang bisa menangkapnya kecuali orang-orang yang beriman dan para da’i yang hatinya hidup serta siap memberikan sesuatu yang terbaik untuk agama Allah. Dan sebagai buahnya adalah dominasi dan kemenangan Islam serta kejayaan umat Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Itulah bekal yang harus ada pada seorang aktivis dakwah, kualitas kader dakwah menjadi modal utama dalam gerakan dakwah ini. Jika yang terjadi sebaliknya, maka akan muncul bencana bagi dakwah ini. Apa bentuk bencana itu?</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Akan muncul kader-kader yang tidak mampu istiqomah di dalam mengikuti irama perjalanan dakwah yang dinamis. Ia akan tersibukkan oleh problem-problem personal dan terjauhkan dari aktivitas dakwah. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Munculnya kader dakwah yang menginginkan kehidupan dakwah sebagai sesuatu yang ringan dan menyenangkan secara duniawi. Mereka menjadi enggan ketika perjalanan dakwah begitu panjang dan membutuhkan pengorbanan yang banyak. Mereka cenderung menjadi orang yang ingin “hidup dari dakwah” dan bukan menghidupi dakwah. Perhatikan peringatan Allah SWT : “<em>Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah merka mengikutimu. Tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. mereka bersumpah dengan nama Allah: ‘jikalau kami sanggup, tentulah kami berangkat bersama mu’. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa mereka sesungguhnya benar-benar orang yang berdusta.” (QS At Taubah: 42)</em></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Munculnya kader dakwah yang tidak mampu membawa misi dakwah di tengah-tengah umat. Misi dakwah yang besar dan berat hanya dapat dipikul oleh orang-oarang yang siap segalanya, bukan orang yang loyo.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Akibat dari munculnya ketiga hal itu, akan muncul permasalahan yang lebih komplek bagi dakwah kedepan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dakwah menjadi disibukkan oleh problematikan internal yang sangat menguras energi dakwah, sehingga tidak mampu menjalankan misi-misi perubahan secara efektif. Padahal misi utama dakwah adalah melakukan perubahan dan perbaikan secara nyata. (QS 11: 88)</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Akan muncul pikiran disebagian kader yang lemah, untuk menarik kembali dakwah kebelakang. Suatu pelajaran yang sangat berharga bagi aktivis dakwah, yaitu kisah perang uhud berikut ini: “<em>orang-orang yang ditinggalkan 9tidak ikut berperang itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Dan mereka berkata: ‘Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini’. Katakanlah :’ Api neraka jahannam itu lebih sangat panas’, jikalau mereka mengetahui.” (QS At Taubah : 81)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Itulah bencana yang akan bisa terjadi manakala aspek kualitas diabaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Ikhwah fillah yang dirahmati Allah</span></em><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">, marilah bagi siapa saja yang mengaku aktivis dakwah untuk selalu muhasabah diri. Sejauhmana keimanan kita akan ke-Maha Kuasa-an Allah, sejauhmana keyakinan kita akan kebenaran Islam, sejauhmana pemahaman kita akan jalan dakwah Islam dan sejauhmana kerinduan kita terhadap syurga yang telah dijanjikan Allah SWT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Keimanan yang besar terhadap Allah SWT inilah kunci utama dalam keberhasilan perjuangan dakwah. Wallahu A’lam Bishawaab.</span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfalah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfalah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfalah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfalah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfalah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfalah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfalah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfalah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfalah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfalah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfalah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfalah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfalah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfalah.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=31&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/11/renungan-bagi-aktivis-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/234d2bbb6b6acfa92f3d6a841c639353?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nurfalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/1_889003950l.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1_889003950l</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soal Iklan, Bukti Kecerdikan PKS</title>
		<link>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/02/soal-iklan-bukti-kecerdikan-pks/</link>
		<comments>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/02/soal-iklan-bukti-kecerdikan-pks/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 05:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[pks menang 2009. iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfalah.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Gara-gara iklan politik PKS, banyak ormas Islam yang kebakaran jenggot. Namun Anis Matta menyatakan, iklan yang menampilkan empat tokoh besar nasional itu merupakan salah satu taktik sekaligus bukti kecerdikan PKS. Pihak-pihak yang mengklaim sebagai &#8216;pemilik&#8217; dari tokoh-tokoh itu menyebut PKS ingin memecah suara partai pesaingnya yang selama ini menjadikan masing-masing tokoh itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=28&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/1_945063398l.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-41" title="1_945063398l" src="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/1_945063398l.jpg?w=300&#038;h=300" alt="1_945063398l" width="300" height="300" /></a>INILAH.COM, Jakarta &#8211; Gara-gara iklan politik PKS, banyak ormas Islam yang kebakaran jenggot. Namun Anis Matta menyatakan, iklan yang menampilkan empat tokoh besar nasional itu merupakan salah satu taktik sekaligus bukti kecerdikan PKS.</strong></p>
<p>Pihak-pihak yang mengklaim sebagai &#8216;pemilik&#8217; dari tokoh-tokoh itu menyebut PKS ingin memecah suara partai pesaingnya yang selama ini menjadikan masing-masing tokoh itu sebagai ikon mereka.</p>
<p>Namun, meski menuai protes dari sejumlah kalangan tidak membuat PKS berniat mencabut tayangan iklan politiknya yang menampilkan tokoh Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Masyumi, dan nasionalis. PKS menilai bahwa iklannya dibuat pada moment yang tepat dan mengangkat nilai-nilai kepemimpinan bangsa.</p>
<p>&#8220;Kita <em>nggak</em> ada rencana untuk cabut iklan itu, iklan itu tujuannya mau mengangkat nilai-nilai kepemimpinan di mata masyarakat,&#8221; kata Sekjen PKS Anis Matta kepada <em>INILAH.COM</em> di Jakarta, Sabtu (1/11).</p>
<p>PKS tak gentar akan menuai protes dari pihak yang lebih banyak lagi, karena Anis mengaku iklan partainya itu tidak mendapatkan protes dari pihak yang bersangkutan dengan nama-nama besar tokoh dalam iklannya.</p>
<p>&#8220;Kan Pak Muhaimin sudah ngomong <em>nggak</em> ada masalah dengan itu. Bahkan ini sudah yang ke dua kalinya kita angkat sosok Soekarno, <em>nggak</em> ada masalah dan <em>nggak</em> ada yang protes,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Iklan PKS mendapat protes dari kalangan pemuda NU dan Muhammadiyah di beberapa tempat. Bahkan beberapa tokoh kedua</p>
<p>organisasi massa itu juga mengkritisi iklan PKS.</p>
<p>Dengan semakin dekatnya pelaksanaan kampanye menjelang pemilu 2009, semua partai politik pasti akan menyiapkan strategi jitu untuk meraih banyak suara. Ada yang rajin mengumpulkan para artis dan selebritas, ada yang merangkul para ulama, ekonom, bahkan pakar teknologi. Itu semua demi menjangkau lebih luas lagi basis massa.</p>
<p>Begitu juga dengan PKS, yang cukup cerdik dengan memanfaatkan ketokohan keempat tokoh nasional itu. Kalau PKS tak merasa bersalah meluncurkan iklan itu, mungkin ada benarnya. Itu disebabkan keempat tokoh itu adalah aset nasional dan milik semua bangsa dan golongan.</p>
<p>Kalau ada yang ingin menggugat PKS, bisa jadi mereka itu adalah kelompok atau parpol yang merasa kecolongan dan tak mampu memanfaatkan peluang. Jadi untuk kasus ini, PKS cukup cerdik yang membuat banyak pihak justru mendidih menahan amarah karena terhambat oleh ketidakmampuan mereka mencari peluang.[Tra]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfalah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfalah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfalah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfalah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfalah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfalah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfalah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfalah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfalah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfalah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfalah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfalah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfalah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfalah.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=28&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/02/soal-iklan-bukti-kecerdikan-pks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/234d2bbb6b6acfa92f3d6a841c639353?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nurfalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/1_945063398l.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1_945063398l</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Dakwah Nabi Nuh</title>
		<link>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/kisah-dakwah-nabi-nuh/</link>
		<comments>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/kisah-dakwah-nabi-nuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 03:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah kisah nabi "pejuang da'wah"]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfalah.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ulis Tofa, Lc Bertahun lamanya kaum Nabi Nuh a.s. menyembah berhala. Mereka menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan tempat meminta kebaikan dan tempat menolak bala. Berhala menjadi tempat bergantung segala sesuatu dalam kehidupan mereka. Mereka meminta dan memanggil berhala-berhala itu dengan beragam nama. Kadang dengan nama Wadda, Suwaa’, dan Yaghuts. Kadang dengan nama Ya’uq, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=24&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span class="postedby"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Oleh: Ulis Tofa, Lc</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><a href="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/banner1.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-38" title="banner1" src="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/banner1.gif?w=300&#038;h=99" alt="banner1" width="300" height="99" /></a>Bertahun lamanya kaum Nabi Nuh a.s. menyembah berhala. Mereka menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan tempat meminta kebaikan dan tempat menolak bala. Berhala menjadi tempat bergantung segala sesuatu dalam kehidupan mereka. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Mereka meminta dan memanggil berhala-berhala itu dengan beragam nama. Kadang dengan nama Wadda, Suwaa’, dan Yaghuts. Kadang dengan nama Ya’uq, atau Nasr –nama-nama berhala ini diwarisi masyarakat Arab di masa jahiliyah. Mereka berbuat yang demikian itu dikarenakan kejahilan dan menuruti hawa nafsu.<span id="more-24"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Masyarakat yang Dihadapi Nabi Nuh</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Bertahun lamanya kaum Nabi Nuh a.s. menyembah berhala. Mereka menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan tempat meminta kebaikan dan tempat menolak bala. Berhala menjadi tempat bergantung segala sesuatu dalam kehidupan mereka. Mereka meminta dan memanggil berhala-berhala itu dengan beragam nama. Kadang dengan nama Wadda, Suwaa’, dan Yaghuts. Kadang dengan nama Ya’uq, atau Nasr –nama-nama berhala ini diwarisi masyarakat Arab di masa jahiliyah. Mereka berbuat yang demikian itu dikarenakan kejahilan dan menuruti hawa nafsu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Asal muasal nama-nama berhala itu diambil dari nama-nama ulama mereka yang pernah hidup bersama mereka sebelumnya. Dengan dalih untuk mengenang jasa-jasa mereka dan untuk mengingatkan semangat peribadatan umat ketika itu, maka dibuatlah patung, gambar, simbol-simbol visualisasi fisik mereka. Namun lambat laun dengan bergantinya generasi, patung-patung itu justru disembah dan dijadikan tuhan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwaa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr.”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> (Nuh: 23).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Di kondisi masyarakat seperti itulah Nabi Nuh a.s. diutus. Nuh adalah orang yang sangat fasih dalam bertutur, cerdas akalnya, pemikirannya jauh ke depan, santun perilakunya, sangat sabar tatkala harus berdebat, memiliki kemampuan berargumentasi yang kuat, dan punya kekuatan meyakinkan lawan bicara. Dengan bekal itu Nabi Nuh mengajak kaumnya untuk kembali kepada Allah swt. Sayang, kaumnya menolak seruannya. Namun Nuh a.s. tetap memberi peringatan tentang dahsyatnya siksa pembalasan di hari kiamat. Dan kaumnya tetap membisu dan tuli. Nuh a.s. terus memotivasi mereka dengan imbalan pahala yang sangat besar jika mau beriman, namun mereka semakin menutup telinga dan mata.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat).” </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">(Al A’raf: 59).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kreatif dan Sabar dalam Berdakwah</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Nuh a.s. tetap mendakwahi dan mendebat kaumnya dengan ulet dan sabar. Nuh mencurahkan kepedulian kepada mereka dengan tutur kata yang lembut. Nuh tidak putus asa mengajak mereka untuk beriman. Bahkan, Nuh menggunakan beragam metode dakwah. Nuh mendakwahi mereka siang dan malam. Sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Jika melihat peluang dakwah di malam hari, beliau lakukan dakwah di malam hari. Bila ada peluang dakwah secara terang-terangan, beliau menyampaikan dakwah secara terang-terangan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Nuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan. Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam.”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> (Nuh: 5-9).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Nuh menggiring nalar pemikiran mereka untuk mencerna rahasia alam raya, memikirkan keindahan semesta alam. Nuh menerangkan fenomena malam yang berangsur gulita. Langit yang menghampar penuh bintang. Bulan yang bersinar. Matahari yang memberikan cahaya. Bumi yang mengalir disela-selanya sungai-sungai dan menumbuhkan beragam tanaman. Semua itu ia terangkan dengan sangat fasih. Ia berbicara dengan dalil yang kuat. Ia menerangkan hakekat Tuhan Yang Satu. Tuhan Yang Kekuasaan-Nya tidak terbatas dan sangat mengagumkan. (Nuh: 14-20).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Demikian Nabi Nuh mendekati dan meyakinkan kaumnya. Dari usaha yang tidak kenal lelah itu, berimanlah sedikit orang dari kaumnya. Mereka menyambut dakwah Nuh a.s. Mereka membenarkan risalahnya. Mereka terdiri dari kaum yang lemah dan tak berpunya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Iri dan Sombong Penyebab Penolakan Dakwah</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Adapun orang-orang yang telah Allah swt. tutup hatinya, mereka tidak akan beriman. Karena potensi pendengaran, penglihatan, dan akal pikiran mereka tidak difungsikan untuk meraih hidayah, mereka tidak mendapatkan cahaya tauhid. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FI">Mereka itu adalah para pemuka kaum, para elit yang memiliki kekuasaan dan jabatan. Tidak hanya menolak, bahkan mereka mengejek dan merendahkan martabat Nabi Nuh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FI">Para elit itu berkomentar, ”Kamu kan manusia biasa seperti kami, kamu salah seorang di antara kami. Kalau Allah swt. menginginkan rasul, pasti Dia akan mengutus malaikat. Dan karena itu kami pasti akan serta merta mendengarkan perkataannya. Kami akan segera memenuhi seruannya.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FI">“Kemudian siapa mereka para rakyat jelata itu yang mengikuti kamu? Mereka pekerja kasar dan tukang gembala gembel. Mereka yang telah mengikuti kamu adalah orang-orang dungu yang tidak menggunakan akalnya. Seandainya apa yang kamu bawa itu baik, pasti kami tidak akan didahului oleh mereka-mereka itu. Seandainya apa yang kamu katakan itu benar, pasti kami yang pintar dan intelektual ini akan lebih dahulu mengimani kamu.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="NO-BOK">Mereka tak henti mendebat Nabi Nuh. Mereka terus memojokkan Nabi Nuh dan pengikutnya. Mereka mengejek. ”Kami tidak melihat kamu dan pengikutmu lebih utama dibandingkan kami. Dalam hal kepintaran, kefasihan, keluasaan wawasan, dalam hal menentukan yang membawa maslahat, dan pengetahuan tentang pridiksi masa depan. Kami mengira kalian adalah para pembohong!” (Yunus: 27).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="NO-BOK">Nabi Nuh menjawab dengan santun dan cerdas –meskipun omongan mereka sudah kelewat batas penghinaan. ”Bagaimana pendapat kalian, seandainya saya dalam kebenaran yang datangnya dari Tuhan-ku. Berlandasan hujjah nyata yang membenarkan dakwahku. Saya mendapatkan rahmat dan keutamaan dari Tuhan-ku. Maka, apakah saya bisa memaksa kalian, atau saya berkuasa membawa kalian kepada iman?” (Yunus: 28).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="NO-BOK">Mereka menjawab, ”Wahai Nuh, seandainya kamu menginginkan kami mendapat hidayah dan taufiq, kamu menginginkan dukungan dan kemuliaan dari kami, mengapa kamu jadikan pengikutmu yang lemah lagi tak berpunya itu sebagai pendukung? </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kami tidak mungkin bersanding dengan mereka. Kami tidak mungkin berjalan dengan mereka. Keyakinan kami tidak mungkin sama dengan keyakinan mereka. Bagaimana mungkin kami mengikuti agama yang tidak membedakan antara si kaya dan si miskin, antara pejabat dengan rakyat?”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Bangga dengan Pendukung Dakwah</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Nabi Nuh menjawab, ”Risalah yang aku bawa ini adalah untuk kalian semua tanpa terkecuali. Tidak ada pembedaan antara orang yang pintar atau yang biasa-biasa saja; orang yang terkenal atau yang tidak dikenal; orang berpunya atau miskin papa; pejabat atau rakyat. Maka bersegeralah kalian untuk menjawab seruanku pasti apa yang kalian kehendaki akan tercapai.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">“Dan bagaimana mungkin aku meremehkan kaum yang membelaku, sedangkan kalian menjadi penentang? Seruanku telah sampai di relung kalbu mereka. Mereka beriman, sedangkan kalian menolak, bahkan memusuhiku. Mereka pendukung risalah ini. Mereka menjadi penyeru dakwah <em><span style="font-family:&quot;">ilallah</span></em>. Bagaimana jika mereka mengadu di depan mahkamah Allah swt. dan menuntut saya? Mereka mengadu kepada Allah swt. bahwa aku telah membalas penerimaan mereka dengan kufur nikmat, membalas kebaikan mereka dengan pengingkaran. Ingatlah, kalian benar-benar kaum yang jahil!”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan (dia berkata), “Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui”. (Hud: 29).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Debat antara Nabi Nuh dan penentangnya semakin meruncing. Pertentangan di antara mereka menghebat. Inilah yang menjadikan para penentangnya putus asa. Mereka berkata. “Hai Nuh, Sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. (Yunus: 32)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Nabi Nuh tersentak. Ia menjawab, ”Kalian memang benar-benar keterlaluan. Kalian tidak lagi menggunakan akal sehat kalian. Siapa saya ini sehingga saya bisa mendatangkan adzab kepada kalian atau menolak adzab dari kalian? Bukankah saya ini manusia seperti kalian semua yang diberi wahyu bahwa Tuhan kalian satu, maka saya sampaikan apa yang diperintahkan kepadaku. Saya memberi kabar gembira bagi yang memenuhi seruanku. Dan saya juga memberi peringatan kepada kalian dengan siksa yang pedih. Ketahuilah bahwa segala sesuatu tergantung dan dikembalikan kepada Allah swt. Jika Allah swt. berkehendak akan memberi hidayah kepada kalian. Atau jika Allah swt. berkehendak, akan langsung mengadzab kalian. Atau Allah swt. akan menangguhkan dan memberi tenggat waktu hidup untuk kalian, agar kemudian kalian diadzab lebih dahsyat lagi. (Yunus: 33-34).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Ibrah dari Kisah Nabi Nuh</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">1. Berdakwah adalah wajib bagi para rasul. Sepeninggal mereka kewajiban itu diwajibkan kepada para pengikutnya sesuai kemampuan masing-masing. Rasulullah saw. bersabda, ”Senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang menyeru dan menegakkan kebenaran, sampai datang kepada mereka ketentuan Allah (kemenangan).” (Bukhari, <em><span style="font-family:&quot;">Sahih Bukhari</span></em>, hal. 286).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">2. Di dalam melaksanakan dakwah <em><span style="font-family:&quot;">ilallah</span></em> dibutuhkan ilmu tentang fiqh dakwah, yaitu pengetahuan tentang tahapan dakwah, sarana dakwah, metode dakwah, dan mengetahui latar belakang serta kondisi objek dakwah. Sebagaimana Rasulullah saw. pernah mencontohkan. Beliau pernah ditanya oleh beberapa sahabat dalam kesempatan berbeda dengan satu pertanyaan. Namun Beliau menjawab dengan beragam. Beliau menjawab amal yang paling dicintai Allah adalah berbuat baik kepada kedua orang tua, karena sahabat yang bertanya ternyata tidak berbuat baik kepada orang tuanya. Jawaban untuk yang lain, shalat tepat waktu, karena Rasul mengetahui bahwa sahabat yang satu ini kurang memperhatikan masalah shalat berjama’ah tepat waktu. Pada kesempatan yang lain, beliau menjawab jihad fii sabilillah, karena sahabat yang tanya ternyata tidak sungguh-sungguh dalam berjihad.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">3. Bangga dengan para pendukung dakwah. Tidak pandang bulu siapa pun mereka dan berapa pun jumlah mereka. Ketika Rasulullah saw. sedang duduk-duduk bersama orang mukmin yang dianggap rendah dan miskin oleh kaum Quraisy, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak bicara dengan Rasulullah. Tapi mereka enggan duduk bersama mukmin itu. Mereka mengusulkan supaya orang-orang mukmin itu diusir saja. Lalu turunlah ayat ini. <em><span style="font-family:&quot;">”Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim).</span></em> </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">(Al-An’am: 52). </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfalah.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=24&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/kisah-dakwah-nabi-nuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/234d2bbb6b6acfa92f3d6a841c639353?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nurfalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/banner1.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">banner1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Langkah Kuda PKS</title>
		<link>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/langkah-kuda-pks/</link>
		<comments>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/langkah-kuda-pks/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 03:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[PKS menang 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfalah.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[http://pk-sejahtera.org Tidak ada yang berani memakai Bung Karno sebagai simbol perjuangan, selain partai-partai yang berhaluan nasionalis. Tapi ini, partai yang berasaskan Islam, berani mengambil simbol itu. Ada foto tokoh Islam terkenal Ahmad Dahlan. Lalu disusul dengan foto Bung Karno dengan slogannya: saya budak untuk rakyatku. Itulah iklan tv yang saya lihat beberapa hari terakhir ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=21&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="intro">http://pk-sejahtera.org</p>
<p class="intro"><a href="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/pkse1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-48" title="pkse1" src="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/pkse1.jpg?w=182&#038;h=300" alt="pkse1" width="182" height="300" /></a>Tidak ada yang berani memakai Bung Karno sebagai simbol perjuangan, selain partai-partai yang berhaluan nasionalis. Tapi ini, partai yang berasaskan Islam, berani mengambil simbol itu.</p>
<p>Ada foto tokoh Islam terkenal Ahmad Dahlan. Lalu disusul dengan foto Bung Karno dengan slogannya: saya budak untuk rakyatku. Itulah iklan tv yang saya lihat beberapa hari terakhir ini. Menurut Anda, kira-kira iklan ini milik siapa? Tepat sekali, Anda sama dengan saya. Ketika pertama kali melihatnya, saya menduga ini adalah iklan LSM atau iklan pemerintah atau iklan partai politik yang berhaluan nasionalis. Nyatanya saya salah. Ini adalah iklan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam menyambut 80 tahun Sumpah Pemuda.</p>
<p>Bung Karno, selama ini, adalah ikon kaum nasionalis, terutama PDI-P. Tidak ada yang berani memakai Bung Karno sebagai simbol perjuangan, selain partai-partai yang berhaluan nasionalis. Tapi ini, partai yang berasaskan Islam, berani mengambil simbol itu.</p>
<p>Apakah yang ingin dicapai PKS dengan iklan ini? Sulit untuk menghindari kesimpulan ini: PKS ingin mengambil hati pemilih nasionalis, dan itu sejak beberapa waktu terakhir ini, PKS memang mencoba merapat dengan kalangan nasional, minimal dengan PDI-P. PKS tampaknya ingin menggabungkan dua golongan yang paling berpengaruh dalam politik Indonesia: Islam dan nasionalis.</p>
<p>Partai ini kentara sekali ingin memperlebar basis pemilihnya dan keluar dari stigma sebagai partai Islam yang eksklusif. Contoh lain yang mendukung kesimpulan ini adalah pelaksanaan dialog kebudayaan dalam menyambut 80 tahun Sumpah Pemuda yang mengundang penyanyi papan atas: Ahmad Dhani dari Dewa, Giring dari Nidji, dan Kikan dari Coklat. PKS seperti ingin memberi kesan bahwa lagu pop juga akrab di telinga partai Islam ini.</p>
<p>Dalam kunjungan Presiden PKS Tifatul Sembiring dan sejumlah pejabat partai ini ke redaksi Liputan 6 SCTV beberapa waktu lalu, saya menangkap kesan partai ini memang ingin sekali mengembangkan citra baru sebagai partai inklusif.</p>
<p>Tapi apa yang dilakukan PKS ini bukannya tanpa risiko. Partai ini bisa ditinggal pemilih fanatiknya yang masih memandang orang luar sebagai bukan angggota kelompok atau masih sulit untuk melihat partainya terlalu ngepop. Pemilu akan membuktikan apakah langkah yang bisa disebut sebagai langkah kuda ini memberikan sumbangan berarti pada perolehan suara kelak.<br />
<strong>Sumber:</strong> <a href="http://blog.liputan6.com/2008/10/28/langkah-kuda-pks/" target="_blank">Liputan 6 SCTV</a><br />
<strong>Pengirim:</strong> Muhammad Hilal N <strong>Update:</strong> 28/10/2008 <strong>Oleh:</strong> Muhammad Hilal N</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfalah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfalah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfalah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfalah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfalah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfalah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfalah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfalah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfalah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfalah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfalah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfalah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfalah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfalah.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=21&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/langkah-kuda-pks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/234d2bbb6b6acfa92f3d6a841c639353?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nurfalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/pkse1.jpg?w=182" medium="image">
			<media:title type="html">pkse1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sabar Dan Shalat Sebagai Penolong</title>
		<link>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/sabar-dan-shalat-sebagai-penolong/</link>
		<comments>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/sabar-dan-shalat-sebagai-penolong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 03:09:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfalah.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: DR. Attabiq Luthfi, MA “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46) Ibnu Katsir menjelaskan satu prinsip dan kaidah dalam memahami Al-Qur’an berdasarkan ayat ini bahwa meskipun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=16&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="postedby"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Oleh: DR. Attabiq Luthfi, MA</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<div class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"></p>
<hr size="1" /></span></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"><a href="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/sholat.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-51" title="sholat" src="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/sholat.jpg?w=497" alt="sholat"   /></a>“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> (Al-Baqarah: 45-46)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Ibnu Katsir menjelaskan satu prinsip dan kaidah dalam memahami Al-Qur’an berdasarkan ayat ini bahwa meskipun ayat ini bersifat khusus ditujukan kepada Bani Israel karena konteks ayat sebelum dan sesudahnya ditujukan kepada mereka, namun secara esensi bersifat umum ditujukan untuk mereka dan selain mereka. Bahkan setiap ayat Al-Qur’an, langsung atau tidak langsung sesungguhnya lebih diarahkan kepada orang-orang yang beriman, karena hanya mereka yang mau dan siap menerima pelajaran dan petunjuk apapun dari Kitabullah. Maka peristiwa yang diceritakan Allah Taala tentang Bani Israel, terkandung di dalamnya perintah agar orang-orang yang beriman mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami mereka. Begitulah kaidah dalam setiap ayat Al-Qur’an sehingga kita bisa mengambil bagian dari setiap ayat Allah swt. “<strong><em><span style="font-family:&quot;">Al-Ibratu Bi’umumil Lafzhi La Bikhusus sabab</span></em></strong>” (Yang harus dijadikan dasar pedoman dalam memahami Al-Qur’an adalah umumnya lafazh, bukan khususnya sebab atau peristiwa yang melatarbelakanginya”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Perintah dalam ayat di atas sekaligus merupakan solusi agar umat secara kolektif bisa mengatasi dengan baik segala kesulitan dan problematika yang datang silih berganti. Sehingga melalui ayat ini, Allah memerintahkan agar kita memohon pertolongan kepada-Nya dengan senantiasa mengedepankan sikap sabar dan menjaga shalat dengan istiqamah. Kedua hal ini merupakan sarana meminta tolong yang terbaik ketika menghadapi berbagai kesulitan. Rasulullah saw selaku uswah hasanah, telah memberi contoh yang konkrit dalam mengamalkan ayat ini. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dijelaskan bahwa, “<em><span style="font-family:&quot;">Sesungguhnya Rasulullah saw apabila menghadapi suatu persoalan, beliau segera mengerjakan shalat</span></em>“.<span id="more-16"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Huzaifah bin Yaman menuturkan, “<em><span style="font-family:&quot;">Pada malam berlangsungnya perang Ahzab, saya menemui Rasulullah saw, sementara beliau sedang shalat seraya menutup tubuhnya dengan jubah. Bila beliau menghadapi persoalan, maka beliau akan mengerjakan shalat</span></em>“. Bahkan Ali bin Abi Thalib menuturkan keadaan Rasulullah saw pada perang Badar, “<em><span style="font-family:&quot;">Pada malam berlangsungnya perang Badar, semua kami tertidur kecuali Rasulullah, beliau shalat dan berdo’a sampai pagi</span></em>“.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dalam riwayat Ibnu Jarir dijelaskan bagaimana pemahaman sekaligus pengamalan sahabat Rasulullah saw terhadap ayat ini. Diriwayatkan bahwa ketika Ibnu Abbas melakukan perjalanan, kemudian sampailah berita tentang kematian saudaranya Qatsum, ia langsung menghentikan kendaraanya dan segera mengerjakan shalat dua raka’at dengan melamakan duduk. Kemudian ia bangkit dan menuju kendaraannya sambil membaca, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’“.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Secara khusus untuk orang-orang yang beriman, perintah menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong ditempatkan dalam rangkaian perintah dzikir dan syukur. “<em><span style="font-family:&quot;">Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah swt senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar</span></em>“. (Al-Baqarah: 152-153). Dalam kaitan dengan dzikir, menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong adalah dzikir. Siapa yang berdzikir atau mengingat Allah dengan sabar, maka Allah akan mengingatnya dengan rahmat.<br />
Masih dalam konteks orang yang beriman, sikap sabar yang harus selalu diwujudkan adalah dalam rangka menjalankan perintah-perintah Allah Taala, karena beban berat yang ditanggungnya akan terasa ringan jika diiringi dengan sabar dan shalat. Ibnul Qayyim mengkategorikan sabar dalam rangka menjalankan perintah Allah Taala termasuk sabar yang paling tinggi nilainya dibandingkan dengan sabar dalam menghadapi musibah dan persoalan hidup.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Syekh Sa’id Hawa menjelaskan dalam tafsirnya, <em><strong><span style="font-family:&quot;">Asas fit Tafasir</span></strong></em> kenapa sabar dan shalat sangat tepat untuk dijadikan sarana meminta pertolongan kepada Allah Taala. Beliau mengungkapkan bahwa sabar dapat mendatangkan berbagai kebaikan, sedangkan shalat dapat mencegah dari berbagai perilaku keji dan munkar, disamping juga shalat dapat memberi ketenangan dan kedamaian hati. Keduanya (sabar dan shalat) digandengkan dalam kedua ayat tersebut dan tidak dipisahkan, karena sabar tidak sempurna tanpa shalat, demikian juga shalat tidak sempurna tanpa diiringi dengan kesabaran. Mengerjakan shalat dengan sempurna menuntut kesabaran dan kesabaran dapat terlihat dalam shalat seseorang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Lebih rinci, syekh Sa’id Hawa menjelaskan sarana lain yang terkait dengan sabar dan shalat yang bisa dijadikan penolong. Puasa termasuk ke dalam perintah meminta tolong dengan kesabaran karena puasa adalah separuh dari kesabaran. Sedangkan membaca Al-Fatihah dan doa termasuk ke dalam perintah untuk meminta tolong dengan shalat karena Al-Fatihah itu merupakan bagian dari shalat, begitu juga dengan do’a.<br />
Memohon pertolongan hanya kepada Allah merupakan ikrar yang selalu kita lafadzkan dalam setiap shalat kita, “<em><span style="font-family:&quot;">Hanya kepada-Mu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami mohon pertolongan</span></em>“. Agar permohonan kita diterima oleh Allah, tentu harus mengikuti tuntunan dan petunjuk-Nya. Salah satu dari petunjuk-Nya dalam memohon pertolongan adalah dengan sentiasa bersikap sabar dan memperkuat hubungan yang baik dengan-Nya dengan menjaga shalat yang berkualitas. Disinilah shalat merupakan cerminan dari penghambaan kita yang tulus kepada Allah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Esensi sabar menurut Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dapat dilihat dari dua hal: <em><span style="font-family:&quot;">Pertama</span></em>, sabar karena Allah atas apa yang disenangi-Nya, meskipun terasa berat bagi jiwa dan raga. <em><span style="font-family:&quot;">Kedua,</span></em> sabar karena Allah atas apa yang dibenci-Nya, walaupun hal itu bertentangan keinginan hawa nafsu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Siapa yang bersikap seperti ini, maka ia termasuk orang yang sabar yang Insya Allah akan mendapat tempat terhormat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Betapa kita sangat membutuhkan limpahan pertolongan Allah dalam setiap aktivitas dan persoalan kehidupan kita. Adalah sangat tepat jika secara bersama-sama kita bisa mengamalkan petunjuk Allah dalam ayat di atas agar permohonan kita untuk mendapatkan pertolongan-Nya segera terealisir. </span><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Amin</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfalah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfalah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfalah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfalah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfalah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfalah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfalah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfalah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfalah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfalah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfalah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfalah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfalah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfalah.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=16&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/sabar-dan-shalat-sebagai-penolong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/234d2bbb6b6acfa92f3d6a841c639353?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nurfalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/sholat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sholat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan Surat Ash-Shaff Bagi Aktivis Dakwah</title>
		<link>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/renungan-surat-ash-shaff-bagi-aktivis-dakwah/</link>
		<comments>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/renungan-surat-ash-shaff-bagi-aktivis-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 03:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[harapan itu masih ada]]></category>
		<category><![CDATA[Teruslah bergerak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfalah.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[oleh: TIM DAKWATUNA teruntuk para pejuang da&#8217;wah yang merindukan kemenangan “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka segala jenis kekuatan yang bisa engkau siapkan dan kekuatan berupa armada perang berupa kuda-kuda tambatan/pilihan yang merupakan simbolisasi armada perang, umtuk menggetarkan musush-musuh Allah dan musuh-musuh-mu dan orang-orang yang kamuu tidak mengetahui mereka tetapi Allah mengetahui mereka”. Al-Anfaal : 160 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=13&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>oleh: TIM DAKWATUNA</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><a href="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/renungan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-53" title="renungan" src="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/renungan.jpg?w=497" alt="renungan"   /></a>teruntuk para pejuang da&#8217;wah yang merindukan kemenangan<br />
</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka segala jenis kekuatan yang bisa engkau siapkan dan kekuatan berupa armada perang berupa kuda-kuda tambatan/pilihan yang merupakan simbolisasi armada perang, umtuk menggetarkan musush-musuh Allah dan musuh-musuh-mu dan orang-orang yang<span> </span>kamuu tidak mengetahui mereka tetapi Allah mengetahui mereka”.</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><em>Al-Anfaal : 160</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> Ikhwan Rohimakumullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Alhamdulillah marilah pertama sekali kita satukan hati kita dalam syukur kepada Allah SWT, atas segala nikmat yang diberikannya kepada kita, terleebih tentunya nikmat iman dan Islam yang telah menyebabkan hidup kita bermakna, dan nikmat sehat wal afiat yang telah menyebabkan hidup kita menjadi lancar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">As-Shaff yang bermakna barisan adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang patut menjadi bahan renungan bagi para da’i. Surat ini merupakan <em><span style="font-family:&quot;">Ma’alim fii at-Thoriiq</span></em> (petunjuk jalan) bagi aktivis dakwah. Surat ini walaupun pendek tetapi mencakup semua yang dibutuhkan para da’i dari aqidah, akhlak, sejarah, ukhuwah, obyek dakwah, sampai pada puncak ajaran Islam, yaitu Jihad di jalan Allah. Sehingga para kader wajib menghafalnya, mentadaburinya secara berulang-ulang dan mengamalkannya dalam aktivitas dakwah mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Nama surat biasanya menjadi tema sentral dari substansi surat tersebut, demikian juga surat <em><span style="font-family:&quot;">As-Shaff. Shaff</span></em> adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan dalam dakwah, jihad dan pergerakan Islam. Bahkan kesatuan shaff adalah persyaratan mutlak bagi kemenangan pergerakan dan dakwah Islam. Tanpa adanya kesatuan shaff, maka akan menimbulkan dampak langsung bagi kekalahan dan kegagalan dakwah dan perjuangan. Kisah perang Uhud merupakan salah satu bukti dari kekalahan perang disebabkan shaff yang berantakan, padahal sebelumnya sudah berada diambang kemenangan.<span id="more-13"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Namun demikian kesatuan shaff merupakan proses panjang dari realisasi aktivis dakwah terhadap nilai-nilai Islam. Kekuatan dan kekokohan shaff apalagi digambarkan Al-Qur’an sebagai <em><span style="font-family:&quot;">kal-bunyaan al-marsuus</span></em> (seperti bangunan yang kokoh) sangat terkait dengan nilai yang paling fundamental dari aktivis harakoh yaitu aqidah, ukhuwah dan fikrah Islam. Tanpa ada kekuatan aqidah, ukhuwah dan pemahaman yang mendalam terhadap fikrah Islam, maka mustahil kesatuan dan kekokohan shaff yang digambarkan Al-Qur’an dapat tercapai. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FI">Maka marilah kita merenungi apakah shaff dakwah kita sudah kokoh? Apakah shaff Partai kita sudah bersatu dan kuat kal-bunyaan al-marsuus ?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FI">Dan jika kita melihat realitas Partai Dakwah sekarang, maka sesungguhnya kita sangat membutuhkan pemimpin, figur dan tokoh Dakwah yang dapat mengokohkan shaff dan ukhuwah itu. Karena kesatuan shaff dan kekuatan ukhuwah adalah sesuatu yang paling prinsip dan mendasar dalam dakwah ini. Kita sangat membutuhkan pemimpin teladan yang dapat menjadi panutan para aktivis dakwah lainnya. Kita membutuhkan pemimpin yang zuhud yang dapat membebaskan dirinya dari fitnah harta dan jabatan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FI">Perjalanan dakwah masih panjang dan ujian dakwah sudah menghadang ditengah kita. Terkadang para da’i berhasil menghadapi ujian kesulitan dan penderitaan, tetapi tidak berhasil menghadapi ujian kemudahan dan kelezatan dunia, baik harta, wanita maupun jabatan. Dan demikianlah yang pernah diungkapkan oleh generasi terdahulu kita: Ubtuliina bid-dhorraa fashabarnaa ubtuliinaa bis-sharraa falam nashbir (kami diuji dengan kesulitan, maka kami bersabar, kami diuji dengan kemudahan tetapi kami tidak sabar). Oleh karenanya, hanya aktivis dakwah yang ikhlaslah yang dapat berhasil keluar dari ujian dan fitnah dalam dakwah tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FI">Surat As-Shaff memberikan Ma’alim fii at-Thariiq bagi para da’i agar tidak menyimpang dalam dakwahnya dan agar tetap teguh dalam shaff yang rapi dan kokoh walaupun ujian, fitnah dan cobaan dalam dakwah datang menghadangnya. Dan marilah kita renungi satu-persatu ayat-ayat dalam surat tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tasbih kepada Allah (At-Tasbiih Lillah)</span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit      dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha      Bijaksana.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Seluruh mahluk Allah yang ada di langit dan bumi melantunkan tasbih kepada Allah SWT. Yang Maha Perkasa lagi Bijaksana. Mereka bertasbih dengan bahasanya masing-masing. Maka manusia sebagai mahluk Allah yang paling sempurna lebih layak untuk bertasbih. Dan para da’i yang senantiasa mengajak manusia agar beribadah dan menyembah Allah lebih layak lagi untuk bertasbih, mensucikan dan mengagungkan Allah SWT. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallahu Allahu Akbar. Kehidupan para da’i adalah kehidupan tasbih, dzikir dan do’a. Kehidupan aktivis dakwah adalah kehidupan shalat, tilawah Al-Qur’an dan menyembah Allah SWT.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Modal utama yang harus dimiliki oleh aktivis harakah adalah quwwatus shilah billah (kekuatan hubungan dengan Allah). Tanpa modal itu, maka percuma menjadi kader dakwah dan tidak akan berhasil menjadi kader dakwah. Karena perjalanan dakwah adalah perjalanan yang sulit, berliku, banyak rintangan dan panjang. Dan itu tidak akan dapat dilampui, kecuali aktivis dakwah yang memiliki quwwatus shilah billah. Pelajaran inilah yang kita dapatkan dari turunnya surat Al-Muzammil yang mengiringi tugas berat Rasul saw. mendakwahi kaumnya. Surat Al-Muzzamil mengajarkan kepada para da’i pentingnya membangun quwwatus shilah billah dengan sholat malam dan tilawatul Qur’an.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kejujuran dalam Berkata (Shidqul Kalam)</span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu      mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu      mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Allah SWT. menegur keras orang beriman dan aktivis dakwah yang mengatakan apa yang tidak diperbuat, bahkan Allah SWT. sangat membencinya. Karena aktivitas yang dominan dilakukan para da’i adalah dakwah yang banyak menggunakan ucapan. Sehingga ucapan itu harus diselaraskan dengan perbuatan. Karena ucapan yang tidak sesuai dengan perbuatan dan kenyataan adalah dusta yang merupakan sifat munafik. Sehingga kejujuran adalah modal utama berikutnya bagi para da’i.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan kejujuran harus dilakukan para da’i dalam dakwahnya. Jujur dalam menyampaikan risalah Islam, jujur dalam bersikap dan jujur dalam berkata-kata. Salah satu ajaran Islam yang terpenting adalah jihad dan berperang melawan musuh Allah. Tetapi kita menyaksikan banyak para penceramah yang sudah dikenal oleh orang banyak dengan sebutan ustadz atau kyai dan sebutan lainnya tidak jujur dalam menyampaikan Islam. Mereka tidak berani menyampaikan jihad, dan kalaupun menyampaikan kata jihad, maka dibatasinya dalam ruang lingkup yang sempit, yaitu jihad melawan hawa nafsu. Atau semua bentuk jihad disebutkan, kecuali jihad dalam memerangi musuh Allah, baik musuh Allah itu Yahudi, Kristen maupun orang kafir lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kejujuran dalam berkata dan bersikap merupakan keharusan bagi setiap muslim apalagi para kader dan pemimpin dakwah yang menyampaikan nilai-nilai Islam. Para kader dakwah tidak boleh memiliki standar ganda dalam perkataan dan sikap. Karena standar ganda akan merusak barisan dakwah dan menggagalkan perjuangannya. Syuro’ yang dilakukan Rasulullah saw. sebelum perang Uhud merupakan sikap kejujuran yang paling baik yang terjadi pada diri Rasul dan sahabatnya. Ketika terjadi musyawarah sebagian besar sahabat menghendaki peperangan dilakukan di luar Madinah, sementara Rasulullah saw. cenderung peperangan dilakukan di Madinah. Pendapat Rasul diikuti sahabat lain, tetapi mayoritas sahabat terutama para pemuda yang belum ikut perang Badar menghendaki perang dilakukan diluar Madinah. Akhirnya, Rasulullah saw. mengikuti pendapat mayoritas dan perang dilakukan diluar Madinah. Dan Rasulullah saw. memimpin langsung perang tersebut. Demikianlah, kejujuran adalah bagian dari prinsip bagi kader dan pemimpin dakwah dalam aktivitas dakwahnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Perang di Jalan Allah dalam Satu Barisan yang Kuat (Al-Qitaal fii Sabilillah Shaffan)</span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang      berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka      seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kehidupan di dunia sejatinya merupakan peperangan antara kebenaran dan kebatilan. Perang antara para pengikut kebenaran dan pengikut kebatilan semenjak mulai nabi Adam as versus Iblis la’natullah. Inilah logika dan aqidah yang harus melandasi para da’i dalam berdakwah. Dan puncak peperangan adalah perang fisik dan perang peradaban. Peradaban Materialisme dan Peradaban Islam akan terus menerus bersaing dan berperang untuk meraih kemenangan. Peradaban Materialisme di komandani oleh penguasa kafir dan diktator dari dahulu sampai akhir zaman. Mereka adalah Namrud, Firaun, Qorun, Abu Jahal, Abu Lahab, Lenin, Stalin, Hitler, Goerge Bush dan anaknya Goerge Walker Bush, Ariel Saron dll. Sedangkan peradaban Islam dipimpin oleh para nabi as sampai nabi terakhir nabi Muhammad saw. Khulafaur Rasyidin, dan para ulama yang tegak membawa panji kebenaran.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Perang fisik memang jalan terakhir jika orang-orang kafir tidak mempan dengan logika dan fikiran. Karena Islam, sesuai dengan namanya adalah agama cinta damai dan mengutamakan perdamaian. Perang fisik bukanlah tujuan, tetapi sarana agar orang hanya tunduk kepada kebenaran dan agar tidak ada lagi fitnah yang disebarkan musuh-musuh Allah. Islam menghendaki tidak ada kerusakan dan kezhaliman di muka bumi. Dan para da’i bertugas untuk mengajak manusia agar mereka tunduk kepada kebenaran, tidak melakukan kezhaliman dan kerusakan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Pada saat jalan lain buntu, tujuan perdamaian tidak tercapai dan manusia tidak merasa aman, maka perang fisik adalah sarana yang paling ampuh untuk menegakkan keamanan dan perdamaian tersebut. Allah SWT. berfirman, artinya:” Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya)” (QS An-Nisaa’ 84).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Mengambil Pelajaran dari Dakwah Para Rasul as. (Akhdzul ibroh min Da’watir Rusul)</span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada      kaumnya: “Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui      bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?” </span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran),      Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada      kaum yang fasik.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai      Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan      kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira      dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya      Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan      membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang      nyata”.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Para Rasul yang besar adalah Rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi, mereka adalah nabi Nuh as., nabi Ibrahim as., nabi Musa as., nabi Isa as., dan nabi Muhammad saw. Dan dalam surat ini menceritakan dua nabi besar yang pengikutnya paling besar setelah nabi Muhammad saw. Dan peradaban umat manusia terbesar sekarang dari ketiga pengikut nabi tersebut, yaitu nabi Musa as. nabi Isa as. dan nabi Muhammad saw. Nabi Musa as. diklaim oleh bangsa Yahudi, walaupun mereka sendiri mengingkari ajaran nabi Musa as. dan kitab sucinya. Sedangkan nabi Isa as diklaim oleh kaum Nashrani (Kristen), walaupun mereka mengingkari ajaran tauhid nabi Isa dan kitabnya. Dan kedua nabi besar tersebut berasal dari Bani Israil yang sekarang mendominasi masyarakat barat. Sedangkan umat nabi Muhammad saw. adalah umat Islam yang mendiami dunia Islam dan sebagian di wilayah lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kedua ayat diatas menceritakan bagaimana keingkaran umat nabi Musa as. dan umat nabi Isa as pada nabinya. Jadi jika nabi dari kaumnya sendiri saja diingkari, apalagi jika datang nabi dari kaum yang lain, yaitu nabi Muhammad dari bangsa Arab. Inilah yang sekarang terjadi, permusuhan dan kebencian Yahudi dan Nashrani kepada Islam dan umat Islam. Dan aqidah inilah yang harus diyakini oleh semua umat Islam. Allah SWT. berfirman, artinya: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” (QS Al- Baqarah 120).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan ayat-ayat berikutnya dari surat As-Shaff akan menceritakan bagaimana kebencian dan upaya orang-orang kafir tersebut memusuhi Islam dan umat Islam. Dan bagaimana mereka berupaya semaksimal mungkin memadamkan cahaya Islam tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Mengetahui Hakekat Orang Kafir (Ma’rifah Haqiqat al-Kuffar)</span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang      mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam?      Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah      dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan      cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa      petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala      agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">John Elpostito menawarkan tesis Dialog Peradaban, dan tentu saja teori itu sejalan dengan ruh Islam yang sangat mencintai perdamaian. Namun, mungkinkah Dialog Peradaban tersebut dapat terealisir? Sedangkan Samuel Hutington memiliki tesis tersendiri, yaitu Konflik Peradaban atau Perang Peradaban. Dan nampaknya, tesis inilah yang dekat dengan sifat-sifat orang kafir yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Orang-orang yang menolak Islam adalah orang yang paling zhalim, karena mereka menolak kebenaran.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Lebih jauh dari itu orang-orang kafir berupaya sekuat kemampuan mereka untuk memadamkan cahaya Islam dengan segala potensi, kekayaan dan jiwa mereka. Media masa adalah sarana yang paling efektif yang mereka gunakan untuk memadamkan cahaya kebenaran itu. Televisi mereka gunakan untuk merusak citra Islam, dan mempropaganda agama mereka. Pada saat yang sama mereka mempublikasikan segala bentuk kemusyrikan dan kemaksiatan lewat televisi yang mereka kuasai. Misionaris datang ke dunia Islam bersama para penjajah, menawarkan ‘cinta kasih’ dengan makanan, kesehatan dan bantuan lainnya. Cinta kasih yang berisi racun itu banyak membuat umat Islam yang miskin terbuai dan mengikuti mereka. Maka bertebaranlah gereja dan yayasan sosial milik misionaris di dunia Islam. Tetapi pengorbanan dan upaya maksimal yang dilakukan orang-orang kafir untuk memadamkan cahaya Islam tidak akan berhasil. Karena agama ini adalah milik Allah dan Allah akan memenangkan agama-Nya walaupun mereka benci.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Pada saat mereka merasa tidak mampu memadamkan cahaya Islam dengan media masa itu, maka mereka menggunakan senjata terakhir, yaitu perang fisik dan pemusnahan umat Islam. Inilah hakekat yang harus diketahui orang-orang beriman dan para da’i. Hakekat ini telah terbukti dengan realitas yang terjadi. Inilah yang terjadi di Palestina, Bosnia, Irak, Afghanistan, Rusia, India, Pilipina, Thailand, Burma, Singapura, Timor Timur, Maluku dll. Di Palestina umat Islam dibantai oleh Yahudi, di Rusia umat Islam dibantai oleh komunis, di Bosnia, Pilipina, Muluku dll umat Islam dibantai Kristen, di India umat Islam dibantai oleh Hindu, di Thailand dan Burma umat Islam dibantai oleh Budha. Demikianlah umat Islam menjadi musuh bersama, hanya karena mereka menyembah Allah. Dan sangat jika Yusuf Al-Qaradhawi mengatakan bahwa kekafiran adalah satu agama. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Berdagang dengan Allah (At-Tijarah Ma’allah Ta’ala)</span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku      tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang      pedih?</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan      berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. </span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Itulah      yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">niscaya      Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang      mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat      tinggal yang baik di dalam surga `Adn. Itulah keberuntungan yang besar.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dan      (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari      Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita      gembira kepada orang-orang yang beriman.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Setelah para da’i mengetahui tentang hakekat orang-orang kafir, kemudian Allah mengajak mereka pada suatu bisnis yang menguntungkan mereka dunia dan akhirat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Karena musuh-musuh Allah hanya dapat dihadapi dan dikalahkan oleh orang-orang yang siap berbisnis dengan Allah. Namun demikian bisnis ini syaratnya berat, sehingga tidak semua orang beriman mengikutinya. Bisnis ini syaratnya adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Hanya orang yang tahu (berilmu) agama yang mendalamlah yang dapat mengikti bisnis ini. Ilmu yang membuat orang beriman semakin khusu’ dan lebih mengutamakan kehidupan yang mulia dan kehidupan yang kekal di akhirat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Bisnis ini sangat besar imbalannya, yaitu ampunan dari Allah atas dosa-dosa yang dilakukan, surga Allah yang penuh dengan kenikmatan berupa air yang mengalir, dan rumah-rumah yang indah. Dan tambahan yang lain berupa pertolongan Allah dalam kehidupan dunia dan kemenangan yang dekat atas musuh-musuhnya. Jihad memang satu-satunya jalan menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kabar gembira ini diperuntukkan bagi orang-orang beriman, yaitu orang yang tidak tertipu dengan segala fasilitas dunia. Orang beriman tidak mudah tunduk patuh dan loyal kepada orang-orang kafir dan fasik. Orang beriman menjadikan aktivitas politiknya untuk kemenangan Islam dan umatnya, bukan untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Orang beriman adalah orang yang yakin akan hari akhirat dan perjumpaan dengan Allah sehingga berupaya zuhud dari kehidupan dunia dan tidak membuat istana di dunia. Allah SWT. berfirman, artinya: “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Qashash 83)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Jadilah Penolong Allah (Kunuu Anshrallah)</span></strong></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu      penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata      kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi      penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut      yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu      segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka      kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh      mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dan puncak dari tawaran Allah adalah tawaran untuk menjadi penolong Allah (Anshorullah). Maukah kita menjadi tentara Allah ? Maukah kita menjadi penolong Allah ? Padahal sejatinya Allah tidak membutuhkan pertolongan kita. Tetapi inilah bahasa yang sangat indah, bujukan yang sangat halus, ajakan yang tidak ada yang bisa menangkapnya kecuali orang-orang yang beriman dan para da’i yang hatinya hidup serta siap memberikan sesuatu yang terbaik untuk agama Allah. Dan sebagai buahnya adalah dominasi dan kemenangan Islam serta kejayaan umat Islam. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Wallahu A’lam Bishawaab. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfalah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfalah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfalah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfalah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfalah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfalah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfalah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfalah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfalah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfalah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfalah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfalah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfalah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfalah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=13&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfalah.wordpress.com/2008/11/01/renungan-surat-ash-shaff-bagi-aktivis-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/234d2bbb6b6acfa92f3d6a841c639353?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nurfalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/renungan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">renungan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah 8 Nominator Capres PKS</title>
		<link>http://nurfalah.wordpress.com/2008/10/30/inilah-8-nominator-capres-pks/</link>
		<comments>http://nurfalah.wordpress.com/2008/10/30/inilah-8-nominator-capres-pks/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 15:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfalah.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Nominator capres itu adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Dubes RI untuk Saudi Arabia Salim Segaff Al Jufri, Sekjen PKS Anis Matta, INILAH.COM, Jakarta – PKS telah menetapkan delapan nama yang dinominasikan sebagai calon presiden bagi Pilpres 2009. Mereka berasal dari tubuh partai berlambang bulan dua bulan sabit yang mengapit sebatang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=6&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="intro"><a href="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/pkse11.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-57" title="pkse11" src="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/pkse11.jpg?w=182&#038;h=300" alt="pkse11" width="182" height="300" /></a>Nominator capres itu adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Dubes RI untuk Saudi Arabia Salim Segaff Al Jufri, Sekjen PKS Anis Matta,</p>
<p><strong>INILAH.COM</strong>, Jakarta – PKS telah menetapkan delapan nama yang dinominasikan sebagai calon presiden bagi Pilpres 2009. Mereka berasal dari tubuh partai berlambang bulan dua bulan sabit yang mengapit sebatang padi itu.</p>
<p>Kedelapan kader PKS yang menjadi nominator capres itu adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Dubes RI untuk Saudi Arabia Salim Segaff Al Jufri, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Komisi X Irwan Prayitno, Ketua Majelis Pertimbangan PKS Suharna Surapranata, Ketua DPP Ekuin dan Teknologi PKS Sohibul Iman, dan Surahman Hidayat.</p>
<p>Nama-nama nominator, menurut Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin, diputuskan berdasarkan hasil sidang pleno Majelis Syura PKS ke-10. Sementara untuk memutuskan pemilihan capres akan dibentuk komisi ad hoc bernama Komisi Pilpres dan Capres. Namun, penetapan capres baru akan ditentukan setelah Pemilu Legislatif.</p>
<p>“Majelis Syura akan bersidang, siapa dari delapan nominator yang akan dipilih sebagai kata terakhir,” kata Hilmi, dalam konferensi pers di acara Musyawarah Majelis Syura PKS ke-10, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (26/10).</p>
<p>Anggota Mejelis Syura yang bersidang, tambah Hilmi, berjumlah 99 orang. Mereka terdiri dari 33 perwakilan di seluruh Indonesia. “Nantinya, mereka yang akan menyalurkan aspirasi, siapa saja yang nanti layak dari kedelapan nominator unrtuk dijadikan capres,” jelasnya. [R2]</p>
<p>http://inilah.com/berita/politik/2008/10/26/57490/inilah-8-nominator-capres-pks/</p>
<p><strong>Pengirim:</strong> Ningsih <strong>Update:</strong> 27/10/2008 <strong>Oleh:</strong> Ningsih</p>
<p><strong>http://www.pk-sejahtera.org</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfalah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfalah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfalah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfalah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfalah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfalah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfalah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfalah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfalah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfalah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfalah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfalah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfalah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfalah.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=6&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfalah.wordpress.com/2008/10/30/inilah-8-nominator-capres-pks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/234d2bbb6b6acfa92f3d6a841c639353?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nurfalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nurfalah.files.wordpress.com/2008/11/pkse11.jpg?w=182" medium="image">
			<media:title type="html">pkse11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://nurfalah.wordpress.com/2008/10/28/hello-world/</link>
		<comments>http://nurfalah.wordpress.com/2008/10/28/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 14:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=1&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfalah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfalah.wordpress.com&amp;blog=5326868&amp;post=1&amp;subd=nurfalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfalah.wordpress.com/2008/10/28/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/234d2bbb6b6acfa92f3d6a841c639353?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nurfalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
