Renungan Bagi Aktivis Dakwah

•November 11, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh: Achmad Nurul Falah

Disadur dari berbagai sumber

1_889003950l“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka segala jenis kekuatan yang bisa engkau siapkan dan kekuatan berupa armada perang berupa kuda-kuda tambatan/pilihan yang merupakan simbolisasi armada perang, umtuk menggetarkan musush-musuh Allah dan musuh-musuh-mu dan orang-orang yang kamuu tidak mengetahui mereka tetapi Allah mengetahui mereka”. Al-Anfaal : 160

Ikhwan Rohimakumullah

Alhamdulillah marilah pertama sekali kita satukan hati kita dalam syukur kepada Allah SWT, atas segala nikmat yang diberikannya kepada kita, terlebih tentunya nikmat iman dan Islam yang telah menyebabkan hidup kita bermakna, dan nikmat sehat wal afiat yang telah menyebabkan hidup kita menjadi lancar. Dan keistiqomahan kita dalam ukhuwah memperjuangkan dinul Islam ini.

Dunia kampus merupakan ladang subur semaian idiologi Islam versus sekuler, antara yang hak dan yang batil akan terus bertarung sampai akhir zaman. Pertentangan kedua idiologi ini bahkan akan terus terbawa hingga ke basis di atasnya, yaitu alumni. Menjadi suatu keharusan bagi aktivis da’wah untuk selalu menancapkan idiologi islam sedalam-dalamnya di dunia kampus. Tujuannya adalah, lii ila fii kalimatillah, meninggikan kalimat Allah dimuka bumi ini. Siyasah Da’wah menegaskan prinsip, bahwa kader adalah aset utama gerakan. Kekuatan da’wah bertumpu pada daya soliditas, responsivitas, dan produktivitas para kadernya dalam melakukan manuver da’wah. Dibutuhkannya kader yang memiliki militansi, adanya ukhuwah antara sesama kader da’wah dan kesemangatan dalam perjuangan menegakkan dakwah. Lanjutkan membaca ‘Renungan Bagi Aktivis Dakwah’

Soal Iklan, Bukti Kecerdikan PKS

•November 2, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

1_945063398lINILAH.COM, Jakarta – Gara-gara iklan politik PKS, banyak ormas Islam yang kebakaran jenggot. Namun Anis Matta menyatakan, iklan yang menampilkan empat tokoh besar nasional itu merupakan salah satu taktik sekaligus bukti kecerdikan PKS.

Pihak-pihak yang mengklaim sebagai ‘pemilik’ dari tokoh-tokoh itu menyebut PKS ingin memecah suara partai pesaingnya yang selama ini menjadikan masing-masing tokoh itu sebagai ikon mereka.

Namun, meski menuai protes dari sejumlah kalangan tidak membuat PKS berniat mencabut tayangan iklan politiknya yang menampilkan tokoh Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Masyumi, dan nasionalis. PKS menilai bahwa iklannya dibuat pada moment yang tepat dan mengangkat nilai-nilai kepemimpinan bangsa.

“Kita nggak ada rencana untuk cabut iklan itu, iklan itu tujuannya mau mengangkat nilai-nilai kepemimpinan di mata masyarakat,” kata Sekjen PKS Anis Matta kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (1/11).

PKS tak gentar akan menuai protes dari pihak yang lebih banyak lagi, karena Anis mengaku iklan partainya itu tidak mendapatkan protes dari pihak yang bersangkutan dengan nama-nama besar tokoh dalam iklannya.

“Kan Pak Muhaimin sudah ngomong nggak ada masalah dengan itu. Bahkan ini sudah yang ke dua kalinya kita angkat sosok Soekarno, nggak ada masalah dan nggak ada yang protes,” imbuhnya.

Iklan PKS mendapat protes dari kalangan pemuda NU dan Muhammadiyah di beberapa tempat. Bahkan beberapa tokoh kedua

organisasi massa itu juga mengkritisi iklan PKS.

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan kampanye menjelang pemilu 2009, semua partai politik pasti akan menyiapkan strategi jitu untuk meraih banyak suara. Ada yang rajin mengumpulkan para artis dan selebritas, ada yang merangkul para ulama, ekonom, bahkan pakar teknologi. Itu semua demi menjangkau lebih luas lagi basis massa.

Begitu juga dengan PKS, yang cukup cerdik dengan memanfaatkan ketokohan keempat tokoh nasional itu. Kalau PKS tak merasa bersalah meluncurkan iklan itu, mungkin ada benarnya. Itu disebabkan keempat tokoh itu adalah aset nasional dan milik semua bangsa dan golongan.

Kalau ada yang ingin menggugat PKS, bisa jadi mereka itu adalah kelompok atau parpol yang merasa kecolongan dan tak mampu memanfaatkan peluang. Jadi untuk kasus ini, PKS cukup cerdik yang membuat banyak pihak justru mendidih menahan amarah karena terhambat oleh ketidakmampuan mereka mencari peluang.[Tra]

Kisah Dakwah Nabi Nuh

•November 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh: Ulis Tofa, Lc

banner1Bertahun lamanya kaum Nabi Nuh a.s. menyembah berhala. Mereka menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan tempat meminta kebaikan dan tempat menolak bala. Berhala menjadi tempat bergantung segala sesuatu dalam kehidupan mereka. Mereka meminta dan memanggil berhala-berhala itu dengan beragam nama. Kadang dengan nama Wadda, Suwaa’, dan Yaghuts. Kadang dengan nama Ya’uq, atau Nasr –nama-nama berhala ini diwarisi masyarakat Arab di masa jahiliyah. Mereka berbuat yang demikian itu dikarenakan kejahilan dan menuruti hawa nafsu. Lanjutkan membaca ‘Kisah Dakwah Nabi Nuh’

Langkah Kuda PKS

•November 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

http://pk-sejahtera.org

pkse1Tidak ada yang berani memakai Bung Karno sebagai simbol perjuangan, selain partai-partai yang berhaluan nasionalis. Tapi ini, partai yang berasaskan Islam, berani mengambil simbol itu.

Ada foto tokoh Islam terkenal Ahmad Dahlan. Lalu disusul dengan foto Bung Karno dengan slogannya: saya budak untuk rakyatku. Itulah iklan tv yang saya lihat beberapa hari terakhir ini. Menurut Anda, kira-kira iklan ini milik siapa? Tepat sekali, Anda sama dengan saya. Ketika pertama kali melihatnya, saya menduga ini adalah iklan LSM atau iklan pemerintah atau iklan partai politik yang berhaluan nasionalis. Nyatanya saya salah. Ini adalah iklan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam menyambut 80 tahun Sumpah Pemuda.

Bung Karno, selama ini, adalah ikon kaum nasionalis, terutama PDI-P. Tidak ada yang berani memakai Bung Karno sebagai simbol perjuangan, selain partai-partai yang berhaluan nasionalis. Tapi ini, partai yang berasaskan Islam, berani mengambil simbol itu.

Apakah yang ingin dicapai PKS dengan iklan ini? Sulit untuk menghindari kesimpulan ini: PKS ingin mengambil hati pemilih nasionalis, dan itu sejak beberapa waktu terakhir ini, PKS memang mencoba merapat dengan kalangan nasional, minimal dengan PDI-P. PKS tampaknya ingin menggabungkan dua golongan yang paling berpengaruh dalam politik Indonesia: Islam dan nasionalis.

Partai ini kentara sekali ingin memperlebar basis pemilihnya dan keluar dari stigma sebagai partai Islam yang eksklusif. Contoh lain yang mendukung kesimpulan ini adalah pelaksanaan dialog kebudayaan dalam menyambut 80 tahun Sumpah Pemuda yang mengundang penyanyi papan atas: Ahmad Dhani dari Dewa, Giring dari Nidji, dan Kikan dari Coklat. PKS seperti ingin memberi kesan bahwa lagu pop juga akrab di telinga partai Islam ini.

Dalam kunjungan Presiden PKS Tifatul Sembiring dan sejumlah pejabat partai ini ke redaksi Liputan 6 SCTV beberapa waktu lalu, saya menangkap kesan partai ini memang ingin sekali mengembangkan citra baru sebagai partai inklusif.

Tapi apa yang dilakukan PKS ini bukannya tanpa risiko. Partai ini bisa ditinggal pemilih fanatiknya yang masih memandang orang luar sebagai bukan angggota kelompok atau masih sulit untuk melihat partainya terlalu ngepop. Pemilu akan membuktikan apakah langkah yang bisa disebut sebagai langkah kuda ini memberikan sumbangan berarti pada perolehan suara kelak.
Sumber: Liputan 6 SCTV
Pengirim: Muhammad Hilal N Update: 28/10/2008 Oleh: Muhammad Hilal N

Sabar Dan Shalat Sebagai Penolong

•November 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh: DR. Attabiq Luthfi, MA


sholat“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)

Ibnu Katsir menjelaskan satu prinsip dan kaidah dalam memahami Al-Qur’an berdasarkan ayat ini bahwa meskipun ayat ini bersifat khusus ditujukan kepada Bani Israel karena konteks ayat sebelum dan sesudahnya ditujukan kepada mereka, namun secara esensi bersifat umum ditujukan untuk mereka dan selain mereka. Bahkan setiap ayat Al-Qur’an, langsung atau tidak langsung sesungguhnya lebih diarahkan kepada orang-orang yang beriman, karena hanya mereka yang mau dan siap menerima pelajaran dan petunjuk apapun dari Kitabullah. Maka peristiwa yang diceritakan Allah Taala tentang Bani Israel, terkandung di dalamnya perintah agar orang-orang yang beriman mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami mereka. Begitulah kaidah dalam setiap ayat Al-Qur’an sehingga kita bisa mengambil bagian dari setiap ayat Allah swt. “Al-Ibratu Bi’umumil Lafzhi La Bikhusus sabab” (Yang harus dijadikan dasar pedoman dalam memahami Al-Qur’an adalah umumnya lafazh, bukan khususnya sebab atau peristiwa yang melatarbelakanginya”.

Perintah dalam ayat di atas sekaligus merupakan solusi agar umat secara kolektif bisa mengatasi dengan baik segala kesulitan dan problematika yang datang silih berganti. Sehingga melalui ayat ini, Allah memerintahkan agar kita memohon pertolongan kepada-Nya dengan senantiasa mengedepankan sikap sabar dan menjaga shalat dengan istiqamah. Kedua hal ini merupakan sarana meminta tolong yang terbaik ketika menghadapi berbagai kesulitan. Rasulullah saw selaku uswah hasanah, telah memberi contoh yang konkrit dalam mengamalkan ayat ini. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dijelaskan bahwa, “Sesungguhnya Rasulullah saw apabila menghadapi suatu persoalan, beliau segera mengerjakan shalat“. Lanjutkan membaca ‘Sabar Dan Shalat Sebagai Penolong’

Renungan Surat Ash-Shaff Bagi Aktivis Dakwah

•November 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

oleh: TIM DAKWATUNA

renunganteruntuk para pejuang da’wah yang merindukan kemenangan

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka segala jenis kekuatan yang bisa engkau siapkan dan kekuatan berupa armada perang berupa kuda-kuda tambatan/pilihan yang merupakan simbolisasi armada perang, umtuk menggetarkan musush-musuh Allah dan musuh-musuh-mu dan orang-orang yang kamuu tidak mengetahui mereka tetapi Allah mengetahui mereka”. Al-Anfaal : 160

Ikhwan Rohimakumullah

Alhamdulillah marilah pertama sekali kita satukan hati kita dalam syukur kepada Allah SWT, atas segala nikmat yang diberikannya kepada kita, terleebih tentunya nikmat iman dan Islam yang telah menyebabkan hidup kita bermakna, dan nikmat sehat wal afiat yang telah menyebabkan hidup kita menjadi lancar.

As-Shaff yang bermakna barisan adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang patut menjadi bahan renungan bagi para da’i. Surat ini merupakan Ma’alim fii at-Thoriiq (petunjuk jalan) bagi aktivis dakwah. Surat ini walaupun pendek tetapi mencakup semua yang dibutuhkan para da’i dari aqidah, akhlak, sejarah, ukhuwah, obyek dakwah, sampai pada puncak ajaran Islam, yaitu Jihad di jalan Allah. Sehingga para kader wajib menghafalnya, mentadaburinya secara berulang-ulang dan mengamalkannya dalam aktivitas dakwah mereka.

Nama surat biasanya menjadi tema sentral dari substansi surat tersebut, demikian juga surat As-Shaff. Shaff adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan dalam dakwah, jihad dan pergerakan Islam. Bahkan kesatuan shaff adalah persyaratan mutlak bagi kemenangan pergerakan dan dakwah Islam. Tanpa adanya kesatuan shaff, maka akan menimbulkan dampak langsung bagi kekalahan dan kegagalan dakwah dan perjuangan. Kisah perang Uhud merupakan salah satu bukti dari kekalahan perang disebabkan shaff yang berantakan, padahal sebelumnya sudah berada diambang kemenangan. Lanjutkan membaca ‘Renungan Surat Ash-Shaff Bagi Aktivis Dakwah’

Inilah 8 Nominator Capres PKS

•Oktober 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

pkse11Nominator capres itu adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Dubes RI untuk Saudi Arabia Salim Segaff Al Jufri, Sekjen PKS Anis Matta,

INILAH.COM, Jakarta – PKS telah menetapkan delapan nama yang dinominasikan sebagai calon presiden bagi Pilpres 2009. Mereka berasal dari tubuh partai berlambang bulan dua bulan sabit yang mengapit sebatang padi itu.

Kedelapan kader PKS yang menjadi nominator capres itu adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Dubes RI untuk Saudi Arabia Salim Segaff Al Jufri, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Komisi X Irwan Prayitno, Ketua Majelis Pertimbangan PKS Suharna Surapranata, Ketua DPP Ekuin dan Teknologi PKS Sohibul Iman, dan Surahman Hidayat.

Nama-nama nominator, menurut Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin, diputuskan berdasarkan hasil sidang pleno Majelis Syura PKS ke-10. Sementara untuk memutuskan pemilihan capres akan dibentuk komisi ad hoc bernama Komisi Pilpres dan Capres. Namun, penetapan capres baru akan ditentukan setelah Pemilu Legislatif.

“Majelis Syura akan bersidang, siapa dari delapan nominator yang akan dipilih sebagai kata terakhir,” kata Hilmi, dalam konferensi pers di acara Musyawarah Majelis Syura PKS ke-10, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (26/10).

Anggota Mejelis Syura yang bersidang, tambah Hilmi, berjumlah 99 orang. Mereka terdiri dari 33 perwakilan di seluruh Indonesia. “Nantinya, mereka yang akan menyalurkan aspirasi, siapa saja yang nanti layak dari kedelapan nominator unrtuk dijadikan capres,” jelasnya. [R2]

http://inilah.com/berita/politik/2008/10/26/57490/inilah-8-nominator-capres-pks/

Pengirim: Ningsih Update: 27/10/2008 Oleh: Ningsih

http://www.pk-sejahtera.org

Hello world!

•Oktober 28, 2008 • & Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!