Oleh: Achmad Nurul Falah
Disadur dari berbagai sumber
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka segala jenis kekuatan yang bisa engkau siapkan dan kekuatan berupa armada perang berupa kuda-kuda tambatan/pilihan yang merupakan simbolisasi armada perang, umtuk menggetarkan musush-musuh Allah dan musuh-musuh-mu dan orang-orang yang kamuu tidak mengetahui mereka tetapi Allah mengetahui mereka”. Al-Anfaal : 160
Ikhwan Rohimakumullah
Alhamdulillah marilah pertama sekali kita satukan hati kita dalam syukur kepada Allah SWT, atas segala nikmat yang diberikannya kepada kita, terlebih tentunya nikmat iman dan Islam yang telah menyebabkan hidup kita bermakna, dan nikmat sehat wal afiat yang telah menyebabkan hidup kita menjadi lancar. Dan keistiqomahan kita dalam ukhuwah memperjuangkan dinul Islam ini.
Dunia kampus merupakan ladang subur semaian idiologi Islam versus sekuler, antara yang hak dan yang batil akan terus bertarung sampai akhir zaman. Pertentangan kedua idiologi ini bahkan akan terus terbawa hingga ke basis di atasnya, yaitu alumni. Menjadi suatu keharusan bagi aktivis da’wah untuk selalu menancapkan idiologi islam sedalam-dalamnya di dunia kampus. Tujuannya adalah, lii ila fii kalimatillah, meninggikan kalimat Allah dimuka bumi ini. Siyasah Da’wah menegaskan prinsip, bahwa kader adalah aset utama gerakan. Kekuatan da’wah bertumpu pada daya soliditas, responsivitas, dan produktivitas para kadernya dalam melakukan manuver da’wah. Dibutuhkannya kader yang memiliki militansi, adanya ukhuwah antara sesama kader da’wah dan kesemangatan dalam perjuangan menegakkan dakwah. Lanjutkan membaca ‘Renungan Bagi Aktivis Dakwah’







Komentar Sahabat